Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta - CitrosblogCinta tak seharusnya membutakan mata dan hati. Cinta haruslah menjadi cahaya penerang yang dapat menyinari setiap pandangan sehingga lebih jelas nampak terlihat. Mata lebih terang menatap jauh kedalam sehingga mata hatipun akan lebih nyata menilai. Dengan adanya cinta tatapan mata bukan sekedar tatapan hampa tak bermakna, jauh lebih masuk tak berujung melihat sesuatu yang baik dari suatu hal yang terlihat buruk, menemukan kebaikan lebih dari keindahan yang tampak terlihat oleh mata.

Hanya mata yang memandang dengan cinta akan menemukan kebaikan dari setiap cela yang terlihat, menemukan sesuatu yang akan terasa lebih indah dari setiap kebaikan nampak. Bukan pandangan nafsu yang dapat menyingkap tabir dari setiap hal yang nampak dan terlihat mata. Pandangan nafsu hanya mampu melihat yang indah, hanya mampu melihat yang nyata. Pandangan nafsu tak akan menemukan kebaikan dari setiap kebaikan yang terlihat, tak kan mampu menemukan keindahan dibakik cela yang nampak.

Cintalah yang dapat memberikan kemampuan itu pandangan itu semua. Bukan cinta yang buta, bukan cinta membutakan mata. Jika mata sudah tak mampu membedakan kebaikan dan keburukan, jika mata sudah menganggap bahwa wajah jelek, tubuh tak ideal tak pantas untuk dicintai, hanya dapat mencintai keindahan, kecantikan, hanya dapat mencurahkan cinta karena ketampanan, maka bukan pandangan cinta yang sebenarnya. Hanyalah pandangan nafsu belaka mengatasnamakan cinta.

Jika memang sudah ada cinta, wajah yang tak seberapa akan terlihat begitu indah karena adanya keindahan yang tak mampu ditatap dengan mata, hanya cinta yang dapat menemukan keindahan, hanya dengan cinta yang dapat menemukan kelebihan dibalik kekurangan. Dengan dasar cinta, kecantikan dan ketampanan wajah, keindahan bentuk tubuh akan melahirkan keindahan yang semakin nyata karena ada keindahan yang lebih dari balik keindahannyang terlihat.

Jika katakan cinta jika masih belum mampu menemukan kelebihan dibalik kekurangan yang terlihat. Jangan bilang cinta jika belum mendapatkan sesuatu yang lebih indah dari balik keindahannyang tampak. Jika hanya mampu melihat sekilas tentang kecantikan, hanya dapat melirik sepintas tentang keindahan yang nampak, maka cinta yang hadir, nafsu belaka yang mamandang dengan penuh hasrat dan mengatasnamakan cinta.

Cinta akan menjadikan sesuatu yang terlihat ada cela nampak indah tak terkira, yang jelek akan terlihat cantik, yang cantikpun akan nampak lebih indah dengan pandangan cinta. Cinta tak pernah memberikan kekecewaan, bahkan cinta tak pernah menghadirkana kekecewaan. Penyesalan dan rasa kecewa hadir bukan karena cinta, cinta akan menghadiahkan keindahan dan memberikan kebahagiaan yang tak mampu dilukiskan, bahkan lidahpun tak akan mampu menceritakan keindahan dan kebahagiaan karena cinta.

Cintalah yang mampu menjadikan cela sebagai sebuah kebaikan dan keindahan, cinta pulalah yang dapat memperbaiki kekurangan, memberikan dekorasi keindahan pada pada keindahan yang ada sehingga akan menjadi keindahan yang sempurna.

Apalah jadinya sepasang kekasih yang gagah nan tampan, cantik nan elok luar biasa setiap mata memandanh dan decak kagum akan kegagahan serta keelokan yang nampak jika berjalan bukan karena cinta. Jalan bagaikan tak tentu arah karena hanya ada nafsu dari kecantikan dan ketampanan. Adakah sepasang kekasih yang menimbulkan decak kagum banyak orang akan kecantikan dan ketampanan yang terlihat jika tanpa ada landasan cinta?

Cinta tak akan pernah menghinakan sesuatu yang terlintas tak sempurna, tak akan terlalu mengagumi kesempurnaan yang hanya terlihat sekilas dimata. Cinta akan memandang dengan lebih hati-hati dan lebih jauh kedalam untuk menemukan kebaikan dari sebuah hal yang dianggap cela, akan menemukan sesutu yang lebih indah dari kesempurnaan pandangan mata.

Apakah tulisan ini adalah tulisan cinta? Apa judul cinta tulisan ini. Sampai paragraf terakhirpun tak ada cinta dalam judul tulisan ini karena memang tak ada cinta yang sekedar tulisan.

Menikmati Syair Lagu Rita Sugiarto – Cinta Rahasia

Menikmati Syair Lagu Rita Sugiarto - CitrosblogTak terlalu lama kurasakan cinta yang tak sanggup kuucapkan hanya mampu kusimpan menjadi cinta rahasia yang tak seorangpun tahu. Bahkan terkadang diri ini bertanya benarkah ada rasa itu di dalam diri ini? Namun sering aku merasa bahagia bertutur kata walau tak ada jawab merasakan bahagia, senang seakan ada cinta berbalas walau aku juga tak tahu apa jawaban atas rasa yang tak dapat kupahami. Apakah itu ungkapan cinta yang tak perlu ada balasan, atau hanya sekedar nafsu atas keinginan diri sehingga diri ini mencoba merayu bayangan yang tak dapat kuhadirkan. Terlalu tebal tirai penghalang yang tak mampu ketembus dengan tatapan mata hampa untuk mengutarakan rasa cinta yang tak mampu ku ucapkan.

Tak mampu berucap, namun seakan rahasia terungkap dari sinar mata yang sebetulnya sangat tak mampu untuk menatapnya. Namun sungguh terasa kehadirannya, nyata di depan mata walau tak dapat menampilkan bayangannya, seakan bertutur kata begitu nyata. Begitu indah dan mempesona walau kutahu cintaku mungkin saja bertepuk sebelah tangan. Namun begitu indah bila aku menyapa walau tak sepatah kata terdengar menimpali sapaan itu.

Tak mampu kuungkapkan rasa ini yang begitu mendalam seakan bergetar tubuh ini bila kuingat dan kusebut namanya. Walau tak sanggup dan tak ada keberanian untuk menatap sinar matanya yang begitu tajam memandang dan mengungkap rahasia kasih yang mungkin begitu dalam kepada diri ini. Tak berani kuutarakan, akankah cinta ini dapat berbalas, sudah tuluskah cintaku yang kurasakan ini.

Malu untuk ku nyatakan rasa cinta ini. Tak sanggup diri ini untuk menggapai tangannya dan kuutarakan rasa cinta ini. Semoga keresahan yang selama ini kurasa dapat kujaga untuk terus menyimpan rahasia hati ini dan tak seorangpun tahu betapa besar rasa cinta ini karena ketidak berdayaanku untuk menggapai hati dan mengetahui apakah aku ada dalam cinta yang sebenarnya. Namun ada rindu bila aku tak bertemu walau hanya terlintas dalam angan, karena bibirku tak mampu untuk berbicara. Sungguh malu aku mengatakan rasa cinta itu, karena aku sendiripun tak tahu apakah memang itu cinta yang sebenarnya cinta.

Semoga cinta ini akan dapat terus kujaga walau mungkin saja tanpa ada balas. Biarlah cukup kusimpan cinta ini tanpa aku harus berharap untuk dapat memeluknya. Biarlah waktu yang menjawabnya, biarlah yang berkuasa atas cinta menguak semua tabir rahasia ini kelak dengan balasan cinta yang menjadikan diri ini bagian dari cinta yang tak terpisahkan.

Terperangah

Terperangah - citrosblog dot comMohammad sudah cukup berumur dengan badan yang tak lagi tegap menyusuri jalan beraspal yang telah banyak berlubang dan digenangai air ketika hujan turun membasahi. Sesekali dia harus seperti kelihatan melompat melewati genagan air pagi menjelang siang itu di sebuah jalan desa yang tidak terlalu rame dengan lalu lalang kendaraan. Terlihat sawah berwarna kuning keemasan dan pada beberapa bagian terlihat kesibukan para petani mulai memanen padi musim ini. Semoga hasil panen mereka berkah, sehingga banyak mereka akan memberi untuk mengisi kantong lusuhku ini. Gerutu Mohammad dalam hati.

Sebuah kantong terlihat tak lagi putih seperti aslinya, agak kecoklatan ada beberapa bagian yang perlu ditambal dipanggulnya dengan hampir separuh terisi dari hasil kerjanya menjelang siang hari itu.

Beberapa langkah kemudian dia memasuki halaman sebuah rumah dan terlihat beberapa orang sibuk sedang menjemur hasil panen yang sudah mereka angkut dari sawah. Dengan tersenyum Muhammad mengucapkan salam menyapa orang yang ada di halaman itu. Seperti sudah memahami maksud kedatangan sang tamu, tuan rumah langsung mengambil secauk padi yang belum kering dan diberikan kepada tamu yang datang. Sambil tersenyum penuh rasa syukur orang itupun memasukkan secauk padi kedalam kantong lusuhnya sambil terdengar ucapan terima kasih dari bibirnya yang terlihat kering. Mungkin menjelang siang hari ini dia belum makan.

Cukup banyak pemberian orang tadi, separuh kantong sudah terisi dan kembali Mohammad memanggul kantong itu untuk melanjutkan perjalanan. Seakan tak jemu, dia mengucapkan salam di setiap rumah yang dihampiri. Kadang ada jawaban yang menghasilkan, terkadang seakan memasuki rumah tak berpenghuni.

Diujung kumpulan perumahan itu, didepan sebuah rumah Mohammad kembali mengucapkan salam. Terdengar jawaban dari dalam rumah. Wa’alaikum Salam, terdengar ramah dan mempersilahkan sang tamu untuk mampir dan duduk. Terima kasih jawab Muhammad dan meletakkan kantong plastik yang dibawanya menyandar pada salah satu tiang teras rumah itu.

Mari-mari, silahkan duduk, kata pemilik rumah dengan riang dan ramah seakan menyambut kedatangan family jauh yang sudah lama tidak bersua. Kenapa harus repot-repot bawa oleh-oleh, kalau mau datang, datang saja tanpa harus membawa oleh-oleh. Repot-repot aja. Kata sang tuan rumah sambil mengangkat kantong plastik yang diletakkan Mohammad tadi.

Mohammad hanya terperanga menyaksikan hal tersebut, padahal dia tidak mengenal tuan rumah sebelumnya.

Sambil mengangkat kantong milik Muhammad masuk rumah, Buk ini ada tamu, buatkan kopi. Mohammad tetap terperangah tanpa mengeluarkan sepatah katapun, heran dan entah apa yang ada dalam perasaannya.

Sang tuan rumah seakan tidak perduli dengan situasi tersebut. Terus saja masuk membawa kantong milik Muhammad, dan keluar dia kembali berkata. Bagaimana kabar keluarga disana? Baik-baik saja kan? Kenapa harus repot-repot membawa oleh-oleh segala, kedatangannya kemari saja kami sudah senang. Cecal sang tuan rumah yang belum sempat dijawab Mohammad.

Saya kemari ……. Kata-kata Muhammad langsung di potong oleh sang tuan rumah, sudah jangan terburu-buru. Masih dibuatkan kopi. Istirahat saja dulu, masak baru datang sudah mau pulang.

Akhir cerita, tak dapat dilanjutkan. Ternyata disinilah kemampuan saya bercerita. Silahkan dilanjutkan ceritanya dengan scenario pembaca seandainya tulisan ini ada yang membaca. Apa yang bakal terjadi dengan Mohammad yang dibikin terperangah sang tuan rumah? Entahlah, dari pada saya harus melanjutkan dan tidak sinkron dari awal dan akhir, mending diakhiri saja ceritanya. Salam penasaran dan tidak kepanasan. Terperangah karena tidak dapat meneruskan cerita. Mohon maaf bukan pengalaman pribadi.

Sekedar Tulisan Ngelantur

Sekedar Tulisan NgelanturAlhamdulillah, puji syukur kehadirat sang maha kuasa. Karena berkat rahmat dan karunianya kita masih diberikan kesempatan sampai detik ini. Diberikan nikmat sehat, dan sempat. Sehat sehingga mampu beraktifitas mulai dari sesuatu yang ringan sampai aktifitas terberat yang dapat kita lakukan. Sempat untuk menghirup udara segara pagi hari, panasnya udara siang hari, dan dingin menusuknya udara malam hari. Semua berjalat atas kehendak dan ijin-Nya.

Tak satupun sesuatu yang terjadi di dunia ini diluar kehendak sang penguasa. Sebuah pribadi memiliki kehendak, pribadi-pribadi beraktifitas sesuai dengan apa yang ingin dilakukan, namun masih ada batasan dan banyak keterbatasan kehendak yang tak dapat dilakukan. Begitu pula dalam bentuk pemerintahan terkecil dalam keluarga yang terdiri dari beberapa gelintir bagian, pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten, bahkan sebuah Negara berjalan berdasarkan atas aturan dan kehendak dari sang penguasa sebuah Negara.

Dari banyak elemen yang ada di dunia ini, dari berbagai Negara dengan beragam bentuk pemerintahan dan bermacam kehendak dari sang penguasa semua berjalan atas satu titah, terjadi atas satu kehendak, terlaksana atas satu ijin. Yaitu ijin dari Sang Maha Penguasa.

Para penggila science dan teknologi mungkin berpikir bahwa segalanya dapat dijalankan sesuai dengan science dan teknologi. Mungkin saja ada pendapat-pendapat yang berkata demikian, namun mungkin saja mereka berpikir menelusuri dari mana science itu berasal, dari mana teknologi itu dimulai. Siapa yang menemukan science dan teknologi awalnya. Jika terus dipikir secara asal usul siapa yang melahirkan para pakar-pakar science, melahirkan nenek moyang teknologi. Akan terdapat garis khayal yang buntu selain meyakini bahwa semuanya berasal dari Sang Maha Kuasa.

Ringkas cerita yang tak dapat diringkas. Semuanya akan kembali pada satu titik yang mungkin saja kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan alat seperti apapun, atau bahkan sangat besar sehingga tidak satupun indera manusia yang mampu melihatnya, karena besar dan teramat besar melebihi apapun yang paling besar. Halus dan sangat halus sehingga tidak dapat diraba dengan kelembutan pancaindera, kecuali adanya keyakinan yang mengalir begitu saja bahwa sesuatu yang tak terlihat itu ada dan nyata adanya. Sesuatu yang maha berkehendak atas segala kejadian pada diri kita, lingkungan sekitar dan alam semesta,bahkan kejadian yang tak dapat terdeteksi oleh pikiran kita sekalipun.

Membiarkan diri mengelantur sejauh-jauhnya sampai betul-betul meyakini keberadaaan sesuatu yang sulit dijangkau dengan akal keberadaanya. Hanya sekedar dirasakan, dan diyakini bahwa yang tidak terjangkau oleh akal itu nyata adanya. Sesuatu yang mengatur sehingga diri ini menuliskan kalimat-kalimat yang mungkin saja tidak akan dipahami oleh penulis suatu saat nanti ketika dibaca ulang, sulit dipikirkan kembali tentang makna dari kengelanturan ini. Semoga saja hanya bisa dirasakan dan diyakini bahwa tulisan ngelantur ini dapat menggugah inspirasi diri dalam menulis tanpa harus memiliki arti, cukup memiliki rasa bahwa tulisan ini atas kehendaknya.

Bukan Agen Judi Bola

Bukan  Agen Judi BolaDunia online merupakan dunia yang variatif, beragam corak dan warna. Ada sisi positif tentu pula tidak sedikit sisi negative yang akan terjadi dari dampak kehidupan dunia online. Banyak hal baik yang dapat kita lakukan melalui dunia online seperti saling silaturahmi dengan rekan, sahabat, saudara yang jauh dengan murah melalui media social atau dengan cara lain yang banyak dan mudah untuk dipergunakan.

Namun konsekuensi negative juga dapat terjadi tanpa kita kehendaki. Seperti halnya dalam melakukan usaha mengumpulkan rejeki yang sudah diberikan sang pencipta kepada kita melalui dunia online, salah satunya mendapatkan tambahan penghasilan dari dunia online.

Sekalipun kita berusaha untuk melakukan yang terbaik, namun apa daya hal yang mungkin saja negative bisa saja terjadi diluar kesadaran dan kemampuan kita. Misalkan saja kita memasangkan script iklan pada sidebar blog yang terkadang menampilkan iklan yang terkesan pornografi, atau bahkan memang promo dari sebuah situs pornografi.

Sesuatu yang sangat sulit dihindari tanpa pengetahuan yang cukup untuk melakukan filter terhadap hal-hal demikian. Terkadang berfikir apakah harus mencabut script tersebut, sementara masih ada iklan lain yang tidak ada unsur judi ataupun pornografi yang terkadang tampil melalui script iklan tersebut.

Entahlah, berbagai pandangan, pendapat tentang dunia online. Menurut pemikiran saya tergantung dari pola berpikir kita masing-masing. Apa tujuan kita sebenarnya? Sekedar sharing dan sambil lalu menempatkan script iklan dan tidak memperdulikan iklan yang bakal keluar, atau sengaja untuk memonetazi blog kita dan mendapatkan tambahan penghasilan dengan menghalalkan segala cara untuk meningkatkan penghasilan? Yang jelas CITROSBLOG DOT COM bukan situs agen sbobet sekalipun ada iklan agen bola yang keluar. Admin tidak pernah memasang banner agen bola, apakah harus menyalahkan para agen bola yang ingin mempopulerkan situs usaha mereka, sementara usaha yang saya lakukan belum merupakan hal yang betul-betul benar.

Sekedar menegaskan sekaligus sekedar update posting blog, bahwa blog ini bukan situs agen bola walau mungkin ada iklan agen bola pada sidebar yang dapat anda lihat. Bahkan sebuah pengalaman dengan tujuan mencoba memerangi kata kunci kurang etis menurut sebagian orang termasuk menurut pemikiran saya, malah berakibat blog ini ditendang jauh dari kerjasama sebagai penayang iklan google adsense dengan alasan konten dewasa (pornografi).

Biarlah dijalankan apa adanya, berharap semoga iklan yang muncul dan memberikan tambahan penghasilan (yang sepertinya belum menghasilkan) merupakan iklan yang betul-betul baik sesuai dengan kebutuhan para pencari informasi.

Membedakan Madu Asli Atau Palsu Dengan Cara Lemper

Madu AsliMadu adalah hasil karya dari sekumpulan hewan kecil namun dapat memberikan manfaat luar biasa bagi kehidupan manusia. Madu diyakini dapat menjadi obat dari 1001 macam penyakit. Karena kegunaan dan khasiatnya yang luar biasa tersebut, harga madu cukup fantastis. Satu botol kecil saja bisa mencapai harga ratusan ribu rupiah. Percaya atau tidak, kenyataannya memang harga madu memang cukup luar biasa, silahkan anda mencoba menelusurinya di pasar-pasar, ataupun mendapatkan bantuan si mbah google untuk mendapatkan madu berkualitas dan buktikan harga yang ditawarkan. Apakah benar harga madu yang biasa dikemas dalam botol tersebut dijual dengan harga yang dapat dikategorikan mahal?

Namun kerap kali para penjual madu melakukan semacam pemalsuan terhadap produk yang diperdagangkan. Dibilangnya madu hutan asli, tapi nyatanya bukan madu asli, tapi sudah dicampurkan dengan bahan lain untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bahkan ada pula peternak yang sengaja memberikan pakan khusus pada lebah peliharaan agar menghasilkan madu yang lebih banyak dan lebih cepat.

Berbagai cara untuk mengetahui apakah madu tersebut madu asli atau palsu, diantaranya ada yang mengatakan bahwa dengan cara menyelupkan pentol korek kayu, dan menyalakannya. Apabila setelah dicelupkan dan dinyalakan dapat menyala maka dapat dipastikan bahwa madu tersebut merupakan madu asli. Namun terkadang madu yang lulus tes dengan teknik korek api setelah beberapa minggu terlihat gumpalan Kristal yang mengendap. Bagaikan ada Kristal gula pasir. Apakah ini madu atau air gula? Bisa jadi pertanyaan tersebut yang timbul.

Teknik lain ada pula yang meletakkan madu pada lembaran kertas, apabila madu tersebut tidak membasahi kerta sampai menembus kertas bisa dikatakan madu asli. Entahlah, kenyataannya sekalipun lulus dari seleksi tersebut masih juga ada keraguan atas keaslian madu tersebut setelah beberapa waktu kemudian.

Menurut informasi dan menurut cerita yang sepertinya tidak perlu diceritakan ulang, madu asli tidak membeku sekalipun diletakkan di dalam lemari es dalam waktu lama, tidak berubah warna dan penampilan sekalipun disimpan dalam waktu yang cukup lama, bahkan dalam kurun waktu 5 tahun lebih. Tidak akan tambah encer sekalipun dipanaskan diterik matahari.

Tentu saja untuk mendapatkan madu asli dibutuhkan pengetahuan yang cukup seputar permaduan, trik-trik cepat seperti trik korek api, ataupun trik kertas dapat dipergunakan untuk menguji keaslian madu tersebut. Jika harus menyimpan dalam lemari pendingin sepertinya si penjual akan keburu pulang, untuk disimpan dalam waktu yang cukup lama tentu harus kita beli terlebih dahulu. Namun trik-trik tersebut sepertinya saat ini bukan lagi menjadi trik jitu untuk memastikan kealian madu.

Harus ada teknik yang betul-betul ampuh untuk memastikan madu asli atau tidak, tidak perlu lama dan adanya jaminan keaslian yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara fisik maupun secara moral. Teknik yang sebetulnya sangat mudah, namun jarang sekali bahkan sangat sulit dilakukan untuk melakukan pengujian keaslian madu. Saya menyebutnya “Membedakan Madu Asli Atau Palsu Dengan Cara Lemper”.

Bagaimana melakukan teknik tersebut? Apakah sudah dapat dipastikan keaslian dari madu yang diuji? Fantastis dan betul-betul terbukti, sekalipun disimpan sekian tahun tidak beku, sekali gesekpun langsung terbakar. Ini dia teknik pengujian madu dengan cara lemper.

Menurut pakarnya yang sudah membuktikan, langkah yang harus dilakukan cukup sederhana. Bawalah pulang kerumah madu yang anda miliki. Apabila istri dirumah marah besar, maka sangat dapat dipastikan madu yang ada bawa asli.

Percaya atau tidak, silahkan dibuktikan trik yang dikembangkan Cak Lontong dengan salam khasnya Salam Lemper.

Ada Apa Sebetulnya Dengan Negeri Ini

Ada Apa Sebetulnya Dengan Negeri IniLama sudah tak mengikuti perkembangan berita, regional, nasional, ataupun international. Kesibukan hari-hari terakhir ini menyelesaikan kerja off line yang dikejar waktu karena kelalaian diri sebenarnya yang tidak menyegerakan untuk mengerjakan serta menyelesaikannya. Perkembangan informasi seputar negeri ini pun hanya sepintas lalu di dapat ketika terdengar pembicaraan seputar negeri dan pemerintahan dengan berbagai opini yang lebih sering tidak dapat saya pahami, terlebih lagi jika terdengar nama-nama para pejabat yang tersandung masalah ataupun mungkin hanya sekedar disandungkan dengan permasalahan.

Betulkah Presiden kita sekarang plintat-plintut, atau istilah lain yang mungkin lebih tepat dan lebih halus lagi. Benarkah negeri kita adalah negeri koruptor yang sudah menjadi top ranking tingkat korupsi di seluruh dunia. Entahlah, malas untuk mencari kebenaran informasi tersebut, malas pula menemukan informasi bantahan yang mengatakan bahwa informasi tersebut hanyalah pergulatan politik negeri ini sebagai pembelaan terhadap kandidat yang didukung pada beberapa bulan lalu dengan berbagai alasan, berbagai cara untuk mendapatkan kemenangan yang diharapkan, sekalipun hasilnya sekarang mungkin saja tidak seperti yang diharapkan, ataupun mungkin saja yang kalah belum menerima kekalahan.

Dalam tulisan ini sebetulnya bukan untuk melakukan pembelaan pada salah satu pihak, ataupun ingin menjatuhkan pihak lain. Sekedar ingin menulis saja karena sepertinya cukup lama tidak menulis dengan melakukan pengamatan tentang informasi yang diterima dan dicerna untuk menjadi sebuah tulisan baru yang memiliki perbedaan sekalipun tulisan tersebut pada awalnya adalah hasil copy paste dari tulisan lainnya. Tidak ada salahnya beropini sekalipun bukan sebagai sebuah pendapat terlebih lagi dijadikan sebagai pendapatan.

Mengamati update status teman-teman facebook yang mungkin saja dulunya adalah pendukung Indonesia Bangkit, atau mungkin saja Pendukung Indonesia Hebat yang merasa kecewa, saya menangkap adanya kesenangan terhadap kondisi pemerintahan negeri ini yang sepertinya saling gontok antar kubu (sekedar menyimpulkan singkat). Benarkah rakyat telah salah pilih? Haruskah kita tidak lagi sebagai warga Negara yang sudah mengalami peningkatan peringkat Negara terkorup didunia? Betulkah negeri ini sekarang dikuasai oleh orang-orang dhalim?

Siapa yang dhalim, Siapa yang salah pilih, Haruskah kita tetap bangga sebagai bagian dari negeri ini? Dengan pemikiran yang tak mampu memikirkan hal itu semua sulit sepertinya jika pertanyaan tersebut dilontarkan pada saya. Terbatas dan betul-betul tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Siapa yang betul-betul pantas untuk memegang kendali pemerintahan negeri ini, yang bisa membawa ketentraman, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh rakyat negeri ini.

Ucapan kita adalah doa kita, apa yang kita pikirkan bisa jadi kenyataan karena yang kita pikirkan adalah doa yang tidak kita sadari mungkin. Berkatalah yang baik, berpikirlah yang baik, dan mintalah yang baik agar kita mendapatkan yang baik. Masih saya ingat pesan dari guru ngaji waktu kecil dulu. Jika kita menulis status yang secara tidak langsung menghujat pemerintahan kita sekarang. Siapa yang sebenarnya dhalim? Jika memang benar-benar kita mendapatkan pemimpin yang dhalim, kenapa Allah menurunkan pemerintah dhalim ditengah-tengah kita.

Beberapa waktu lalu sepintas mendengarkan rekaman tausiyah. Pantaskan kita mengaku sebagai orang Islam, jika kita masih bertengkar dan saling menjatuhkan sesama saudara kita muslim??

Semoga kita diberikan pemimpin yang adil dan bijaksana, diberikan pemimpin yang dapat menuntun kita menuju pada kemaslahatan, semoga kita terhindar dari gunjing menggunjing, membicarakan keburukan orang lain. Semoga kita diberikan kekuatan untuk selalu memohon ampunan. Semoga negeri ini diberikan kebaikan penuh dengan barokah dan rahmat-Nya, tidak lagi ada saling menjatuhkan satu dengan yang lain, tapi saling mendukung satu dengan yang lain, saling memberikan kontrol antara satu dengan yang lain.

Banyak orang baik, banyak pula orang yang tidak baik. Allah maha berkehendak untuk menjadikan orang itu baik atau buruk. Kita tak dapat menilai Cuma sekedar lahiriyah, dan kita sepertinya tidak mampu untuk menilai secara lebih dalam selain dari yang kita lihat tanpa ada petunjuk-Nya.

Semoga tulisan ini bukan sekedar tulisan, tapi merupakan hasil tumpukan tombol-tombol keyboard yang terpencet begitu saja karena terus terang sudah cukup lama tidak memiliki pena untuk menuliskan kata-kata dalam selembar kertas. Meskipun bukan sebuah tulisan, namun inilah yang saya pikirkan saat ini. Silahkan dihujat karena saya siap menerima kritik yang menghancurkan bahkan hujatan.