Inspirasi dan Kreasi Tak Terbatas

Inspirasi dan Kreasi Tak Terbatas - CITROSBLOGDunia blogging bagaikan sudah menjadi bagian diri yang tidak dapat dipisahkan, namun itupun pas lagi kesemsem. Ada berbagai alasan yang menjadikan seorang blogger abal-abal seperti saya kesemsem dengan dunia blogging. Diantara berbagai alasan tersebut diantaranya adalah internet income yang memberikan spirit luar biasa terhadap kegiatan blogging, sehingga bias dibilang hamper setiap hari computer selalu diplototin untuk belajar teknik mendapatkan penghasilan dari internet.

Tidak cukup untuk mendapatkan penghasilan, pantengin terus internet untuk mendapatkan informasi bagaimana agar income yang diperoleh mengalami peningkatan, sehingga target gajian rutin dapat dicapai. Target awal gajian bulanan ternyata juga belum meberikan rasa cukup, namun masih ada rasa penasaran untuk terus meningkatkan penghasilan tersebut meskipun sebetulnya sudah lebih dari cukup dengan gajian rutin bulanan untuk memenuhi kebutuhan online harian seperti biaya internet ataupun camilan sebagai teman online.

Titik jenuh bagaikan minyak goreng yang disimpang di dalam almari es seperti menghampiri. Terlebih lagi jika target sudah tidak lagi tercapai. Bukan sekedar mengalami penurunan penghasilan dari internet, namun mengalami terjun bebas dan tidak dapat terselamatkan bagaikan mengalami kecelakaan fatal sehingga menyebabkan hilangnya kesadaran dalam kurun waktu yang cukup lama.

Mungkin hal ini yang menjadi salah satu penyebab Citrosblog betul-betul lama tidak terurus tanpa update, tanpa membawanya jalan-jalan untuk sekedar meletakkan komentar spam diberbagai blog teman-teman seperti biasanya.

Mengaku sebagai seorang blogger sepertinya harus melakukan hijrah dari target mendapatkan penghasilan menuju target yang lain. Jika mengingat masa-masa awal mengenal dunia blogging selalu merasa senang dengan kegiatan blogging, berkeliling dunia maya untuk meletakkan komentar dengan harapan mendapatkan kunjungan balasan, semangat menulis yang cukup tinggi sekalipun yang diceritakan hanyalah tulisan tak syarat dengan makna. Namun hal tersebut menjadi wakil dari inspirasi yang sebenarnya.

Seakan tidak ada batas untuk berkreasi dalam tulisan berisi cerita-cerita yang lebih sering tidak dapat memberikan makna bagi pembacanya, namun memiliki arti yang besar bagi penulisnya walaupun hanyalah penilaian bohong dari pembaca yang tidak benar-benar membaca tulisan tersebut dengan mengatakan tulisan yang inspiratif melalui kotak komentar yang terbuka lebar.

Namun itulah kreatifitas dan inspirasi seorang blogger yang tidak memiliki kreatifitas menulis serta inspirasi buntu yang tertuang dalam sebuah tulisan. Tak jarang tak ada kata yang dapat dituangkan menjadi sebuah kalimat. Ingin rasanya kembali menuliskan inspirasi-inspirasi mati sekalipun tanpa ada dukungan kreatifitas menulis yang seharusnya dimiliki seorang blogger. Tapi apalah daya Citro Mduro hanya bisa mengaku sebagai seorang blogger yang timbul tenggelam tanpa alasan yang jelas dan tak dapat dijelaskan.

Cukup Lama Tak Update Blog

Renungan Kosong CitrosblogEntah sudah berapa lama blog ini seakan tidak terurus dan terbengkalai meskipun sebenarnya cukup lama sudah tidak mengurus blog ini dan membiarkannya terbengkalai tanpa adanya pembaharuan postingan walaupun sekedar cerita kosong seperti biaasa yang menjadi topik utama dalam blog pribadi yang tidak terlalu pribadi ini.

Malam ini memang tak terdengar suara kicauan burung seperti yang diceritakan pada tulisan sebelumnya, suara jengkerikpun seakan larut dalam kesunyian malam yang tak terlalu sepi. Hanya sayup terdengar detakan jamm dinding yang seakan lunglai untuk menggerakkan jarumnya.

Tengah malam sudah jika kulirik jarum yang menunjuk angka tegak keatas sekalipun diri ini tidak terlalu larut dalam keheningan malam ini.

Mencoba merenungkan apa yang telah dilakukan dari detik, menit, jam, hari sebelumnya. Hanya mampu menggelengkan kepala tak mampun menundukkan kepala memahami apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan demi memperbaiki kesalahan yang telah terlanjur diperbuat.

Sekilas terlintas diri ini sebagai insan yang baik meskipun sebenarnya kebaikan itu sangat jauh dari kenyataan. Memandang kesalahan dari orang lain tanpa ada keberanian untuk mengakui kekurangan dan kealpaan yang ada pada diri sendiri. Merasa sudah melakukan yang terbaik meskipun sejatinya apa yang telah diperbuat sangat jauh dari ajaran yang semestinya.

Memohon ampunan tanpa terlalu berharap akan adanya pengampunan karena kesombongan yang masih sangat tebal membungkus diri terlebih jiwa yang sebenarnya hampa bagaikan ruang besar yang kosong tanpa terisi sesuatu pada salah satu sudut ruang jiwa. Hanya mampu menampakkan kesempurnaan yang khayal sekedar untuk mendapatkan pujian berani mengakui kehampaan yang sebenarnya.

Adanya rasa syukur yang terucap apakah sudah benar-benar sebagai ungkapan rasa syukur, atau sekedar hanya bisa mengingatkan orang lain, sementara diri ini tidak mampu menghentakkan dalam keterlelapan dan buaian mimpi, ataukah hanya sekedar ingin dikatakan orang beriman dan taat menjalankan ibadah serta banyak melakukan sunnah yang sebetulnya sangat mungkin hanyalah amalan syaithoniyah.

Entahlah, kemana harus mencari jati diri tanpa adanya petunjuk, bimbingan, dan pertolongan-Nya. Masihkah kesombongan ini akan terus berlaku tanpa menyadarkan diri akan arti hakekat yang seharusnya dipahami secara perlahan????

Kicauan Burung di Pagi Hari

Kicauan Burung di Pagi Hari - CITROSBLOGKemampuan menulis adalah kemampuan menuangkan kata-kata dalam bentuk kalimat-kalimat yang tidak harus indah. Apakah itu kata-kata yang merupakan kejadian nyata maupun hanya sebuah imajinasi belaka dan fiktif tanpa harus terlihat oleh indera manusia secara nyata.

Pada dasarnya setiap manusia adalah penulis, karena kita diberikan karunia untuk berkata-kata dan memahami sebuah bahasa. Setiap manusia memiliki imajinasi yang tentu saja tingkat imajinasi masing-masing individu memiliki tingkat yang berbeda. Ada yang memiliki kemampuan imajinasi tinggi, ada yang ala kadarnya, namun secara pasti yang mungkin tidak dapat dipastikan setiap manusia memiliki kemampuan imajinasi atau bahkan berhalusinasi.

Kemampuan berbahasa, berimajinasi adalah kemampuan alami yang sudah dimiliki setiap manusia. Seperti apapun manusia itu sudah pasti sekalipun tidak dapat memastikan akan kemampuan bahasa dan imajinasi yang dimiliki.

Dari kemampuan alami yang dimiliki sebenarnya manusia adalah penulis yang dapat menuliskan cerita, baik cerita nyata ataupun sekedar cerita hampa belaka. Tulisan penuh inspirasi maupun sekedar tulisan imajinasi yang sulit berarti dan diartikan tanpa adanya hati nurani. Atau sekedar menuangkan imajinasi yang dapat berupa puisi walaupun hanya dengan kata-kata mati yang keluar dari dalam lubuk sanubari sebagai ungkapan rasa hati.

Ada yang mampu menulis dengan merangkaikan kata-kata indah, menjadikannya sebuah lagu tanpa ada rasa ragu. Walau terkadang kata-kata itu terkesan kaku.

Burungpun dapat berkicau tanpa ragu, pagi siang bahkan dimalam hari. Tanpa ragu bersenandung lagu rindu yang terkadang sangat menyayat kalbu menimbulkan rasa haru sambil terbang diantara langit biru. Ada pula yang berkata-kata penuh dengan saru yang memberikan kesesakan dalam paru. Atau sekedar menjerit karena selalu diburu.

Cukup lama tak mengungkat kalimat sumbang, seakan tertutup pintu gerbang. Tak lagi mampu merangkai kata-kata yang indah bermakna sedari dulu, terlebih lagi setelah lama tak melatih diri. Hanyalah ini yang mampu untuk memecahkan hati yang cukup lama bisu tak mampu untuk segera berlalu. Semoga hanya mampu tersenyum membaca tulisan yang gagu untuk menampakkan diriku yang lama lenyap ditelan rindu. Adakah yang merindukanku????

Mathasan Kamalengan Egubang Dhari Budih

Idul Fitrih 1435 H
Teringat masa kecil lalu dengan salah satu istilah dalam bahasa Madura “Mathasan Kamalengan Egubang Dhari Budih”. Kurang lebihnya begitulah ungkapan tersebut yang kerap didengar dan diucapkan menjelang hari raya idul fitrih.

Sepertinya sudah merupakan hal yang lazim, hari raya identik dengan baju baru, sepatu baru, celana baru, dan semua serba baru. Tapi dulu sewaktu kecil asal sudah ada baju baru sudah luar biasa. Yang penting hari raya ada baju baru sebagai ganti “Asalenan”.

“Tellasan Tak Aselesan Kalambi Se Bilen Elih Belih”. Hari raya tak ada baju baru, baju yang lama di pakai kembali. Masa kecil dulu Alhamdulillah meskipun hanya sekedar selembar baju baru masih tiap tahun mendapatkan jatah dari orang tua. Istilah tersebut tidak berlaku untuk saya, walau ada juga teman sebaya waktu yang “Tellasan KamalenganHari Raya Tak ada baju baru.

Masa kecil dulu menunggu datangnya hari raya seakan lama sangat. Seminggu seakan sangat lamban untuk dilalui menunggu datangnya hari raya, pakai baju baru, berangkat kemasjid untuk ikutan sholat ied dengan baju yang serba baru dan serba kebahagiaan di hari raya karena penuh kue dan makanan yang enak.

Waktupun terus berputar, kebiasaan itu sepertinya harus pula ditinggalkan meskipun secara tidak langsung menjadi warisan bagi anak-anak. Beberapa waktu lalu sisulung sudah menghitung hari datangnya hari raya. Menghitung hari tersebut sudah dapat ditangkap bahwa baju baru akan segera dibelikan.

He.. he… namanya juga anak-anak, tak jauh beda dengan masa saya anak-anak dahulu. Namun lebaran kali ini bukan menjadi masalah sekalipun Mathasan Kamalengan, dan Alhamdulillah pertanyaan anak-anak sudah terjawab untuk merayakan hari raya dengan baju baru mereka sekalipun puasa yang dilakukan hanya sampai bedug dhuhur, bahkan makan sahur bareng, tapi paginya udah minta sarapan pagi.

Subhanallah, karuna Allah tidak pernah di duga dan sungguh luar biasa. Uang sebesar 200 ribu sangat berarti demi membelikan baju baru anak-anak yang tidak seberapa, sekalipun harus mengalah dengan baju tahun lalu yang dipakai kembali. Semoga tetap mendapatkan khidmat idul fitrih sekalipun tanpa baju baru. Semoga Allah memberikan suasana hati yang lebih baru dan lebih cerah dari warna baju baru. Aamiin….

Tulisan Tengah Malam

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat luar biasa sekalipun diri ini masih terlalu sering mengingkari nikmat tersebut dengan kurangnya mensyukuri apa yang telah Allah berikan sebagai karunia dan kenikmatan dalam menjalani kehidupan ini.

Entah apa yang menjadikan jari jemari ini ingin kembali menari dan merangkaikan kata demi kata walau sangat mungkin hanyalah kata tak bermakna bagi orang lain, namun ini adalah suatu makna luar biasa yang diberikan Allah pada kesempatan kali ini. Nikmat iman untuk tetap bisa mengingat nama-Nya sekalipun tidak sebanding dengan nikmat yang telah diberikan-Nya.

Tak cukup dengan menyebut nama-Nya yang agung, tak cukup hanya dengan bersyukur berucap kata Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukur terhadap segala nikmat yang telah saya rasakan. Seandainya waktu 24 jam yang telah diberikan dipergunakan untuk beribadah, rasanya belum cukup untuk dijadikan ungkapan syukur atas segala nikmat.

Namun, diri ini sebagai hamba yang bodoh dan lemah, hanya hal itulah kemampuan yang dapat dilakukan untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan, terlebih nikmat iman dan islam sehingga masih ada kesempatan untuk mengingat-Nya meskipun hanya dalam sepenggal kata ucap Alhamdulillah.

Hanya ingin menulis dan menjadikan tulisan ini bahwa selama ini diri ini terlalu banyak melupakan sang Khalik, terlalu jauh dari nama-nama Agungnya untuk sekedar menggerakkan bibir menyebut nama-Nya, apa lagi sujud berucap terima kasih dan berharap ridho-Nya.

Subhanallah, maha suci Allah yang masih memberikan karunia pada hamba-Nya yang teramat hina dan nista. Sungguh tiada arti diri ini tanpa kuasa dan pertolongan-Nya. Apa yang dapat disombongkan diri ini sekalipun memiliki badan yang kuat, harta yang melimpah, atau taat dalam beribadah sekalipun tanpa kuasa-Nya.

Diri ini terlalu sering menilai orang lain tentang hal negative yang dimiliki, sementara diri ini belum tentu lebih baik dari orang tersebut menurut penilaian-Nya. Tak jarang diri ini merasa telah banyak beribadah, banyak berbuat baik sehingga sangat mudah menilai rendah orang lain. Tak sadar bahwa diri ini melakukan ibadah sekalipun atas nikmat dan karunia-Nya. Jika sang kuasa berkehendak. Tak ayal diri ini akan semakin jauh dan terus menjauh dari-Nya.

Subhanallah, Alhamdulillah atas segala nikmat sehingga diri ini masih diberikan kesempatan untuk menggerakkan bibir ini untuk mengucapkan nama yang mengagungkan kebesarannya. Tanpa nikmat dan karunia-Mu, sangatlah mungkin bibir ini membeku laksana es, sangatlah mungkin hati ini akan keras sekeras batu yang hitam legam.

Aku Hanya Bisa Mengaku Cinta Indonesia

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia sekalipun berada pada strata terendah yaitu sebagai rakyat Indonesia seharusnya memiliki rasa cinta terhadap negeri tercinta sebagai tempat dimana kita dilahirkan, tumbuh besar dan mengerti banyak hal tentang hidup dan kehidupan selama ini.

Tiga puluh tahun lebih menghirup udara segara dibumi pertiwi, tumbuh besar dan memiliki pola berpikir yang lebih luas tentang cinta tanah air, cinta bangsa, cinta Republik Indonesia. Namun apa sebetulnya yang telah kita persembahkan sebagai rasa cinta kita terhadap negeri tercinta ini. Apakah sudah pantas dikatakan cinta terhadap negeri ini dengan apa yang telah dilakukan selama ini, selama mengerti dan memiliki pandangan tentang arti cinta tanah air dan bangsa. Walau tidak dapat dipungkiri bahwa Aku dan Indonesia adalah sebuah kesatuan yang Alhamdulillah sampai saat ini merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan.

Telah banyak yang telah aku dapat dari negeri ini, sekalipun tak sebanding dengan apa yang telah aku dermakan untuk Indonesia.

Secara akal, diri ini hanyalah bagaikan benalu yang selalu menempel dan menghisap sari pati yang akan menumbuh besarkan Indonesia. Dan itulah kemampuan yang aku miliki sebagai ungkapan rasa cintaku terhadap negeri ini. Tetap berusaha menjunjung langit dimana bumi dipijak meskipun bukan sebagai tiang yang kokoh untuk menupang langit Indonesia dengan kemampuan dan kekuatan yang terbatas.

Apa yang dapat aku banggakan sebagai bagian dari negeri tercinta ini. Apa yang menjadi kebanggaan Aku dan Indoensia.

Sedikit cerita singkat tentang pengalaman hidup sebagai bukti bahwa aku adalah Indonesia.

36 tahun silam aku dilahirkan, tumbuh besar dan mengeyam pendidikan yang tidak seberapa dari system pendidikan negeri ini. Sesuatu yang harus disyukuri dengan sistem pendidikan negeri ini, meskipun tidak menjadikan aku sebagai orang yang pintar, namun telah memberikan pengetahuan sehingga aku bisa berpikir lebih jauh tentang menapak kehidupan menuju masa depan.

Keputusasaan yang pernah ada telah mengantarkan diri ini pada salah satu jalan dari pertolongan-Nya, tahun 2003 meskipun pada sesuatu yang tidak terlalu berharga, namun pernah mengusung sang merah putih dan menempelkannya di dada sekalipun hanya bendera kecil yang dilekatkan di dada bersama dengan lambang garuda. Sesuatu yang membanggakan diri sekalipun tidak memberikan sesuatu yang membanggakan bagi negeri ini. Apakah pantas dikatakan aku cinta indonesia sementara aku hanya bisa membanggakan garuda dan merah putih tanpa membeirkan sesuatu yang berarti.

Saat ini aku hanya menjadi orang yang mau berbagi, walau secara jujur pendidikan yang dimiliki tidak sepadan untuk mengutarakan rasa cinta terhadap negeri ini. Lebih sering mengeluh dengan sistem yang ada, seakan diri ini menjadi bagian yang sangat tidak berarti dan dikesampingkan oleh sistem negeri ini. Menjadi salah satu bagian dari pendidikan negeri ini yang tujuan awal adalah mendapatkan penghasilan dari tindakan tersebut. Sering mengeluh apabila ada usulan yang tidak sesuai dengan harapan. Secara jelas saja diri ini merasa tersisih jika yang lain mendapatkan tunjangan lebih, sementara diri ini merasa pengabdian untuk negeri tidak mendapatkan penghargaan (upah yang setimpal). Apakah masih pantas menganggap diri ini cinta Indonesia??

Sedikit menyadari dalam kesendirian bahwa yang dilakukan untuk negeri ini bukan semata untuk kepentingan negeri, masih lebih terarah pada kepentingan pribadi. Apa yang telah dilakukan diri ini secara tulus sebagai ungkapan rasa cinta terhadap negeri ini. Aku dan Indonesia hanyalah bagian yang sampai saat ini sebagai bagian yang tak terlepaskan walau lebih banyak menjadi benalu bagi negeri ini untuk kepentingan diri. Lebih mementingkan diri demi mementingkan kemajuan negeri mendatang, sekalipun hal tersebut sering aku tutupi dengan ungkapan yang seolah-olah dapat diterima dengan akal yang sehat dan rasional.

Ungkapan yang sebenarnya tidak rasional tersebut coba saya tuliskan pada postingan singkat ini dan mencoba berpartisipasi dalam Kontes Unggulan Aku Dan Indonesia
Kontes Unggulan Aku Dan Indonesia

Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku

Hari pemilihan semakin dekat, kampanyepun sudah mulai dilakukan dengan berbagai metode untuk menyampaikan visi dan misi dari dua pasangan calon yang siap memperebutkan kursi kepresidenan lima tahun mendatang. Tentu saja masing-masing pasangan capres memiliki visi dan misi yang positif untuk memajukan negeri ini dan menciptakan masyarakat yang madani, makmur, sejahtera, serta aman tentunya sebagai tujuan utama dari perebutan kekuasaan tersebut.

Sepertinya tak cukup dengan menyampaikan visi dan misi kepresidenan untuk lima tahun mendatang, trik dan teknik saling menjatuhkan antar pasangan kandidatpun sepertinya mulai dilakukan dengan berbagai cara terlebih kampanye melalui berbagai social media. Secara langsung ataupun tidak antara pasangan calon sepertinya saling mengumbarkan titik lemah masing-masing lawan politik mereka. Entah yang dikabarkan merupakan kabar positif dan dapat dibuktikan kebenarannya, atau sekedar kabar burung dan sekedar opini dari pola berpikir masing-masing personal yang memiliki kecondongan untuk mendukung salah satu pasangan calon.

Sementara diantara kampanye dengan menyampaikan visi dan misi, saya menilai merupakan visi dan misi yang luar biasa dari kedua pasangan calon untuk mewujudkan pembangunan negeri ini lima tahun mendatang tentu selama masa kepemimpinan. Kampanye yang saling menjatuhkanpun belum memberikan sebuah kebulatan tekad untuk menentukan pilihan pada salah satu pasangan calon yang akan menjadi pemimpin negeri ini.

Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku, masih belum ada keteguhan untuk menentukan pilihan sekalipun nantinya yang menjadi pilihan yang kalah dan tidak akan menjadi presiden RI, namun aku harus menentukan pilihan. Secara syar’I harus memiliki sebuah pilihan dengan berbagai pertimbangan. Namun secara akal belum mampu untuk melakukan pertimbangan tersebut. Mengajukan pertanyaan kepada orang terdekat, siapa yang harus aku pilih dalam pilpres mendatang, pasangan Jokowi-JK atau Prabawo-Hatta Rajasa? Jawaban yang diperoleh masih tetap tergantung kemana kecondongan orang yang ditanya terhadap salah satu pasangan calon dengan berbagai alasan yang kuat tentu saja. Jika bertanya pada pendukung Jokowi-JK, tentu saja pasangan tersebut adalah pilihan presiden terbaik, begitu pula sebaliknya jika bertanya pada orang yang kebetulan mendukung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Bahkan ada sebuah status melalui social media dengan ajakan untuk mempergunakan suara pada pemilihan presiden mendatang. Jangan sampai pilih dengan nomor urut pasangan calon.
  1.  Prabowo – Hatta Raja Sah
  2. Jokowi – Jusuf Kallah
Namun semua masih saya anggap sebagai salah satu trik untuk memenangkan pasangan calon yang didukung dengan menarik simpati.

Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku, apakah harus golput atau apa yang harus kulakukan pada pemilihan presiden mendatang. Ada saran????